Info Sekolah
Kamis, 30 Mei 2024
  • SMK PGRI 2 Kediri Berprestasi Dengan banyak belajar kita akan banyak pengetahuanHarta yang tak akan habis adalah ilmu Pikiran yang cerdas adalah cerminan akhlak yang muliaKonsisten dan disiplinlah dalam melakukan persiapan agar tercapai kesuksesanmu

SMK PGRI 2 Kediri, Sekolah Ramah Anak

Diterbitkan : - Kategori : Pendidikan

SMK PGRI 2 Kediri telah menggelar acara Panen Karya P5BK (Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja) kedua pada Jumat (17/3) di Grida’s Auditorium. P5BK merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka dengan nama lain “Kokurikuler”, yaitu kegiatan yang bertujuan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan mata pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler di kelas.

            Dalam 1 tahun, P5BK memiliki 3 tema. Kali ini bertema “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Raganya” yang bertujuan untuk mengampanyekan sekolah ramah anak dan anti bullying. Konsep yang diusung yaitu bermain drama karena melalui drama akan membentuk kepercayaan diri siswa dan kemampuan berkomunikasi. Acara ini wajib diikuti oleh siswa yang sudah menerapkan kurikulum merdeka, tentunya seluruh siswa kelas 10. Mereka  mementaskan hasil karyanya yang nantinya akan dinilai dan dilombakan antar kelas. Acara ini dilaksanakan di Grida’s Auditorium dan dimulai pukul 07.30-11.30 WIB.

            Perasaan senang dan bangga telah dirasakan oleh siswa kelas 10 DKV 2 yang telah menampilkan drama berjudul “Dampak Bullying”. Drama ini menceritakan perilaku bullying yang dilakukan oleh anak-anak yang tidak bertanggung jawab dan dampaknya sangat berbahaya untuk masa depannya, seperti depresi, murung, takut oleh lingkungan sekitar, mengonsumsi obat terlarang dan keinginan untuk bunuh diri. “Semoga dengan penampilan dari kami, dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga DKV 2 selalu kompak, rukun, saling menghargai, dan menyayangi, serta tidak ada pembullyan,” tutur Fiud selaku perwakilan dari 10 DKV 2.             Pemilihan juara ditentukan langsung oleh dewan juri yang dilihat dari kriteria, kekompakan, aspek konten, kepercayaan diri, dan penampilan. “Semoga ke depannya para guru saling solid untuk memberikan kepercayaan diri kepada siswa dan siswa harus giat berlatih untuk membangun karakter baru,” tutup Pak Ulul selaku waka kurikulum. (Enzel dan Dina).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

https://icab.brown.gob.ar/dana/ https://m.jskl.edu.my/wp-includes/sdana/ https://rsudsosodoro.bojonegorokab.go.id/wp-content/-/rs-dana/ https://wisata.rembangkab.go.id/ntoto/ https://newepaper.jawapos.co.id/system/sgacor/ https://digilib.unjani.ac.id/wp-includes/class/sdana/ https://www.spactiva.es/system/sgacor/ https://nsm.covenantuniversity.edu.ng/wp-includes/sqris/