SMK PGRI 2 Kediri menjadi salah satu SMK swasta yang ada di kota Kediri. Terletak di tengah kota dengan berbagai jurusan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta didik dari berbagai daerah termasuk Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk dan wilayah lain yang ada di sekitar Kediri. SMK PGRI 2 Kediri berada di dekat pesantren yang terkenal dan besar, yaitu Pesantren Lirboyo. Radius beberapa kilometer dari SMK PGRI 2 Kediri juga terdapat banyak pesantren lain yang berdiri dan menjadi daya tarik bagi para pendatang. Jika melihat dari wilayahnya, lingkungan SMK PGRI 2 Kediri di kelilingi oleh wilayah dengan religius yang cukup tinggi, hal ini menjadi salah satu kekhasan yang ada di sekolah ini. Kekhasan tersebut adalah bagian dari tantangan sekolah untuk menuangkan dan memasukkan ke dalam lingkungan sekolah. SMK PGRI 2 Kediri berusaha untuk mempertahankan kekhasan tersebut yaitu dengan kegiatan pembacaan ayat suci Al-Quran dan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) di setiap paginya. Kekhasan dalam hal religi tetap dipertahankan oleh SMK PGRI 2 Kediri karena berkaitan dengan kekhasan daerah yang dikelilingi oleh banyak pesantren di dekat sekolah.
SMK PGRI 2 Kediri selalu berpacu dalam visinya yaitu “Menjadi satuan pendidikan kejuruan yang unggul dalam menghasilkan lulusan beriman, bertakwa, berkarakter, cerdas, kreatif, sehat, serta mampu beradaptasi dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.” Visi SMK PGRI 2 Kediri selaras dengan kekhasan daerah dan lingkungan yang ada di sekitar sehingga menjadi bagian yang cocok dan perlu dilestarikan berkaitan dengan visi untuk mencetak siswa-siswi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kota Kediri adalah kota kecil yang memiliki fasilitas dan sarana umum yang memadai, hal tersebut tidak terlepas dari adanya industri dan pabrik yang telah beroperasi sejak lama sehingga menjadikan Kota Kediri berkembang pesat. Hal ini juga meningkatkan lapangan pekerjaan dan lapangan usaha baru untuk memenuhi kebutuhan hidup kota ini.
SMK PRGI 2 Kediri telah menjadi bagian dari masyarakat Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Terletak di tengah kota SMK PGRI 2 Kediri memiliki daya tarik sendiri bagi siswa-siswi di sekitar wilayah kota kediri. Sekolah ini memiliki peranan yang mendukung masyarakat sekitar dengan berbagai pelatihan sesuai dengan program keahlihan sehingga menambah ketrampilan kepada masyarakat sekitar dan membantu roda kehidupan masyarakat Kota Kediri. Sekolah juga berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial dengan masyarakat sekitar, misalkan masyarakat yang terdampak bencana dan masyarakat yang kurang mampu. SMK PGRI 2 Kediri memiliki potensi khas yang dapat dikembangkan. Berada di tengah Kota Kediri sehingga memiliki potensi dalam pemasaran layanan bisnis, bisnis catering seperti pengembangan UMKM, pengeringan dan pengawetan makanan. Sejalan dengan hal tersebut, sekolah juga memiliki sarana pendukung dalam pengembangan usaha bisnis catering dan layanan usaha digital sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dan pemasaran layanan bisnis secara offline dan virtual.
SMK PGRI 2 Kota memiliki ribuan peserta didik yang tersebar di berbagai wilayah termasuk Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk dan wilayah dari luar Jawa Timur juga sekolah disini. Hal ini tidak terlepas dari konteks budaya pondok pesantren yang dekat dengan lingkungan sekolah. Hal ini menciptakan keberagaman sosial budaya di sekolah. Titik lokasi yang berada di lingkungan pesantren menciptakan lingkungan sosial yang religius. Hal ini dapat dilihat dari segi sosial peserta didik berasal dari berbagai daerah yang menjadi santri pondok dibeberapa daerah. Tentu saja hal ini menjadikan konteks sosial budaya yang beragam di sekolah mengingat banyak peserta didik yang menjadi santri dari luar sekolah. Beberapa santri yang ditemukan berasal dari luar kediri antara lain Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, Jambi, Jawa Tengah, Sragen, Jakarta dan wilayah lain yang ada di Indonesia. Melihat dari analisa konteks budaya dan sosial, SMK PGRI 2 Kediri menjadi salah satu sekolah dengan keberagaman budaya yang ada. Hal ini tidak terlepas dari tempat sekolah yang berdekatan dengan pondok pesantren dan banyak peserta didik yang bukan asli kediri atau sekitarnya.
